Saat ini di era modern, banyak orang yang tidak hanya tinggal di rumah. Di perkotaan besar tentu Anda sering melihat bangunan apartemen menjulang tinggi. Kini banyak orang lebih memilih tinggal di apartemen ketimbang di rumah biasa. Lain halnya dengan beberapa orang yang kini lebih suka tinggal di kondominium.

Sebenarnya gaya hidup di kondominium bukan merupakan gaya hidup yang baru. Mungkin gaya hidup seperti ini baru masuk ke Indonesia. Sebenarnya hal ini sudah menjadi hal yang umum. Bahkan sejak jaman Romawi sudah banyak orang yang tinggal di sebuah kondominium. Kondominium tidak mempunyai atap, tanah dan jalan sendiri. Namun semua pemiliknya berhak untuk menjual atau menyewakan kepada orang lain.

Karena banyaknya orang memilih untuk tinggal di kondominium jasa desain interior kondominium jakarta pun sangat di butuhkan, karena orang yang lebih memilih tinggal di kondominium tentunya karena ingin lebih praktis dan nyaman, kenyamanan tersebut bisa di dapat dengan mendesain interior yang menarik.

Namun pada dasarnya jasa desain interior kondominium jakarta harus memenuhi kebutuhan utama dan persyaratan pemilik, yang juga mempertimbangkan selera pribadi pemilik. Kebutuhan dan gaya hidup tiap generasi berbeda, yang mempengaruhi kriteria pemilihan rumah juga berbeda.

Kesan kesederhanaan mencerminkan arsitektur kondominium, bentuk dan penataan interior dan tahap finishing. Furniture bentuk organik dengan motif garis-garis dinamis memberikan kesan lembut dan nyaman yang masih sesuai dengan fungsinya. Bahan pelapis furnitur akan beralih dari motif bunga-bunga untuk motif polos. Konsep desain interior tidak akan banyak berubah.

Konsep dasar penataan ruang yang ditujukan untuk menciptakan kesan ruang yang luas dan nyaman. Kesan ini dapat diciptakan dengan menerapkan bukaan agak besar di dinding. Konsep ini diterapkan untuk menyelesaikan keterbatasan lahan ruangan kondominium dan bukaan arsitektur besar telah terbukti mampu memberikan kesan ruang yang lebih luas.